TIK DAN PENGAJARAN - PROSES PEMBELAJARAN: PERUBAHAN INOVASI ATAU PARADIGMA


Hasil gambar untuk ICT AND TEACHING LEARNING PROCESS: INNOVATION OR PARADIGM CHANGE (TIK DAN PENGAJARAN - PROSES PEMBELAJARAN: PERUBAHAN INOVASI ATAU PARADIGMA)

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang disediakan oleh sekolah, dan tidak menutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efesien yang meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakan apabila media tersebut belum tersedia.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat berkembang pesat di masyarakat. Umumnya Teknologi Informasi adalah sebuah teknologi yang dipergunakan untuk mengelola data, meliputi didalamnya: memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur guna menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna tinggi. Perkembangan TIK pun terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Teknologi Informasi dan Komunikasi seakan telah mendarah daging didalam diri setiap manusia di era ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah menglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan. Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah terpengaruh dalam segala aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, seni dan bahkan di dunia pendidikan. Dalam bidang pendidikan, TIK banyak memiliki peranan. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Teknologi Informasi seakan telah menjadi pengalihfungsian buku, guru dan sistem pengajaran yang sebelumnya masih bersifat konvensional. Teknologi informasi menyebabkan ilmu pengetahuan menjadi kian berkembang dan berkembang. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi informasi sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun, TIK juga memiliki banyak kekurangan. TIK tidak hanya memberikan dapak positif, namun juga memiliki dampak negative terhadap kehidupan, salah satunya yang menonjol adalah di bidang pendidikan.

B.     Rumusan Masalah

a.       Apa Pengertian TIK / ICT?  
b.      Bagaiamana Peranan TIK Dalam Pendidikan?
c.       Bagaimana Penerapan ICT dalam Pendidikan?
d.      Bagaimana Manfaat ICT dalam bidang Pendidikan (e-education)?

C.    Tujuan

a.       Mengetahui Apa Pengertian TIK / ICT       
b.      Mengetahui Bagaiamana Peranan TIK Dalam Pendidikan
c.       Mengetahui Bagaimana Penerapan ICT dalam Pendidikan
d.      Bagaimana Manfaat ICT dalam bidang Pendidikan (e-education)


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian TIK / ICT

Menurut Yunie hutahaean “Teknologi Informasi dan Komunikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT), adalah payung besarterminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. ICT mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi”. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. TIK menjadi simbol kemajuan bagi sebuah bangsa, maka tak heran kalau TIK menjadi mata pelajaran yang harus dikuasai oleh pelajar saat ini. TIK menjadi sesuatu yang mutlak untuk dikuasai untuk mengejar ketertinggalan teknologi bangsa Indonesia. Bahkan diberbagai lembaga pendidikan saat ini pasti akan memprioritaskan dan menambah pelajaran TIK dalam jadwal pelajarannya serta memperbanyak media-media yang membantu pengembangan pembelajaran. Perkembangannya yang sangat cepat dan pesat menuntutsemua komponen lembaga pendidikan harus mampu mengejarnya, tak terkecuali tenaga pendidik. Kehadiran TIK akan memperkuat model pembelajaran yang berpusat pada pelajar disamping yang sudah berkembang secara konvensional. Ini sebagaimana diramalkan olehWrigley bahwa pada saatnya ketika datang era informasi, peran tenaga pendidik akan berkurang seiring makin pesatnya penggunaan komputer berbasis jaringan sebagai sumberilmu pengetahuan.
Kehadiran TIK bagi sebagian kalangan akan memberi jawaban terhadap persoalan pendidikan, misalnya menambah kekayaan media pembelajaran dari yang sudah ada. Sementara menurut penelitian dari PBB, Indonesia menempati urutan ke 106 dari 180 negara yang disurvay dalam hal penggunaan IT. Namun penelitian di Amerika sendiri menyatakan bahwa di negara pusat teknologi ini juga tidak merata dalam penggunaan IT dalam pendidikan. Dalam menghadirkan fungsi teknologi asas praktis, efektif dan efisien menjadi acuan-acuan utama. Artinya kalau kehadirannya justru menyulitkan dan menambah beban materidan waktu maka kehadiran TIK justru tidak ada gunanya. Namun rasanya hal ini tidak akan terjadi di era informasi ini. Di mana perangkat komunikasi nirkabel sudah merambah sampaike pelosok pedesaan. Kehadiran teknologi ini harus digunakan sebaik-baiknya denganpengelolaan yang tepat. TIK yang sudah menyatu kehadirannya dengan masyarakat menjadi sesuatu yang harus dimuati nilai baik. Maka tugas tenaga pendidik untuk menangkap kehadiran TIK ini menjadi sesuatu yang positif dan berdaya guna bahkan menjadi bernilai ekonomis (ergonomis). Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah:
1)      Menyadarkan kita akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
2)      Memotivasi kemampuan kita agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan TIK, sehingga bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan sehari hari secara mandiri dan lebih percaya diri.
3)      Mengembangkan kompetensi kita dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari hari.
4)      Mengembangkan kemampuan belajar berbasis TIK, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong kita lebih terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.
5)      Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari hari.
Menurut wayantarne (2015) “Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi. Penanganan ini meliputi pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi”. Jadi, TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Ditinjau dari susunan katanya, teknologi informasi dan komunikasi tersusun dari 3 (tiga) kata yang masing-masing memiliki arti sendiri. Kata pertama, teknologi, berarti pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Istilah teknologi sering menggambarkan penemuan alat-alat baru yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik. Kata kedua dan ketiga, yakni informasi dan komunikasi, erat kaitannya dengan data. Informasi berarti hasil pemerosesan, manipulasi dan pengorganisasian sekelompok data yang memberi nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi hubungan saling mempengaruhi di antara keduanya. Jadi dapat di simpulkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dan proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain sehingga lebih cepat, lebih luas sebarannya, dan lebih lama penyimpanannya. Jika berbicara tentang teknologi, tentunya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Selamanya, selama peradaban manusia masih ada, teknologi akan terus menjadi hal terpenting dalam kehidupan.
Hal yang saat ini sedang menjadi trand dan ramai diperbincangkan adalah teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mana merupakan salah satu hal terpenting di abad ini. Tidak dapat dipungkiri kalau TIK tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari anak kecil hinga orang tua, pedagang kecil hingga pengusaha besar, baik disadari maupun tidak sudah begitu tergantung pada TIK. Jika dilihat dari kacamata sejarah, TIK sesungguhnya sudah mulai dikenal manusia sejak beratus-ratus berabad-abad lalu. Sejak manusia diciptakan di muka bumi ini, manusia sudah mulai mencoba berkomunikasi dengan symbol-simbol dan isyarat. Hal ini merupakan titik awal perkembangan TIK. Manusia yang lebih maju dan modern mampu berkomunikasi secara lisan dan mulai mampu mendokumentasikan informasi dalam bentuk tulisan dan ukiran baik dalam bentuk simbol maupun gambar. Pada jaman lalu, teknik pendokumentasian informasi pun masih sangat sederhana, tetapi akhirnya terus berkembang dengan sangat pesat hingga saat ini. Beberapa alat yang digunakan pada zaman dulu antara lain, tulang, batu, kulit kayu, tanah liat, dan kulit binatang. Adapun karakteristik dari cara penyampaian informasi pada zaman dahulu adalah informasi menyebaran dengan lambat dan kurang efektif. Setelah masa revolusi industri, alat-alat mekanik bahkan elektronik mulai ditemukan, termasuk didalamnya alat-alat yang mampu membuat penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan efektif. Jika pada awalnya orang yang berjarak jauh hanya mampu berkomunikasi lewat surat atau melalui kurir, maka pada abad pertengahan ini sudah mulai digunakan telegram. Beberapa tahun kemudian, Alexander Graham Bel menemukan telepon yang mampu dipakai untuk berkomunikasi oleh orang walaupun berjarak jauh.
TIK berkembang dengan sangat pesat hingga saat ini. Saat ini, jarak dan waktu seakan tidak lagi menjadi halangan dalam berkomunikasi. Orang yang berada di pulau yang berbeda bahkan negara yang berbeda kini sudah mampu melakukkan komunikasi bahkan mampu ditampilkan secara visual. Salah satu hal yang sedang menjadi trend saat ini adalah kegiatan yang berbasis internet dan elektronik. Beberapa contoh diantaranya adalah e-learnig, e-banking, e-library, e-labolatory, e-mail dan sebagainya. Aktivitas-aktivitas berbasis elektronik ini sudah pasti sangat membantu kegiatan manusia. Dengan hal tersebut di atas, dimensi ruang dan waktu tidak lagi menjadi hambatan. Selain itu,proses pengolahan data pun semakin cepat dan efisien. Berbagai barang elektonik mulai dari televisi, handphone, pager, PDA, laptop hingga palmtop sudah menjadi barang-barang yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Perkembangan TIK pun semakin pesat seiring dengan ditemukannya alat-alat yang lebih canggih. Melihat apa yang terjadi saat ini, dapat dibayangkan apa yang mungkin dapat terjadi di masa nanti. Jauhnya jarak tidak lagi akan terasa. Kelak komunikasi jarak jauh akan dilakukan dengan hologram tiga dimensi yang begitu nyata. Pekerjaan-pekerjaan manusia akan mulai dikerjakan oleh robot yang bekerja secara otomatis dan mampu belajar dari pengalamannya sehingga mampu mengkoreksi kesalahan yang ia lakukan dengan sendirinya. Teknologi komputer pun akan berkembang dengan pesat. Komputer masa depan akan mampu merespon tindakan-tindakan manusia dan memahami bahasa manusia. Lebih canggihnya lagi, komputer generasi yang akan datang diramalkan, akan memiliki perasaan layaknya manusia. Melihat fakta dan gambaran masa depan seperti diuraikan di atas, muncul satu kekhawatiran, “Akankan eksistensi manusia digantikan oleh komputer?” dan “Akankah manusia mampu bertahan dari kepunahan?”. Satu hal yang patut kita sadari dan tekadkan, “Teknologi dibuat untuk membantu manusia, bukan untuk memperbudak manusia”.

B.     Peranan TIK Dalam Pendidikan

Menurut wayantarne (2015) Didalam dunia pendidikan, TIK sangat berperan sangat penting dalam proses belajar mengajar. Pendidikan harus dapat menguikuti perkembangan masyarakat. Perkembangan masyarakat itu sejalan pula dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan menyebabkan perkembangan teknologi, dan perkembangan teknologi menyebabkan perkembangan dibidanng ekonomi. Sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan itu di bidang ilmu pendidikan dikembangkan pula berbagai metode mengajar yang lebih sesuai, lebih efektif dan efesien. Materi pembelajaran pun dikembangkan karena telah banyak perubahan yang terjadi atau telah banyak ditemukan pengetahuan yang lebih mendalam sebagai akibat dari perkembangan teknologi. Sebagai contoh, berkat hasil-hasil penelitian tentang bulan, planet-planet, penyakit, tanah dan sebagainya, maka berkembang pulalah materi pembelajaran yang berhubungan dengan hal-hal yang diatas. Jadi jelaslah pendidikan telah memanfaatkan hasil perkembangan teknologi dan harus memang senantiasa demikian. Tidak dapat disangkal, bahwa perkembangan teknologi telah menyebabkan kehidupan lebih baik. Transportasi lebih mudah, komunikasi lebih lancar dan cepat, produksi pabrik lebih banyak dan lebih bermutu dan sebagainya. Sebagai bagian dari pembelajaran, teknologi / TIK memiliki tiga kedudukan, yaitu sebagai suplemen, komplemen, dan substitusi.

a)      Peran tambahan (suplemen)
Dikatakan berfungsi sebagai suplemen (tambahan), apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran melalui TI atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran melalui TIK. Sekalipun sifatnya hanya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan. Walaupun materi pembelajaran melalui TIK berperan sebagai suplemen, para dosen /guru tentunya akan senantiasa mendorong, mengggugah, atau menganjurkan para peserta didiknya untuk mengakses materi pembelajaran melalui TIK yang telah disediakan.

b)      Fungsi pelengkap (komplemen)
Dikatakan berfungsi sebagai komplemen (pelengkap), apabila materi pembelajaran melalui TI diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas. Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran melalui TIK diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement (pengayaan) yang bersifat enrichment atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.

c)      Fungsi pengganti (substitusi)
Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para mahasiswanya. Tujuannya adalah untuk membantu mempermudah para maasiswa mengelola kegiatan pembelajaran/ perkuliahannya sehingga para mahasiswa dapat menyesuaikan waktu dan aktivitas lainnya dengan kegiatan perkuliahannya. Sehubungan dengan hal ini, ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih para mahasiswa, yaitu apakah mereka akan mengikuti kegiatan pembelajaran yang disajikan secara (1) konvensional (tatap muka) saja, atau (2) sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan (3) sepenuhnya melalui internet. Alternatif model pembelajaran manapun yang akan dipilih oleh para mahasiswa tidak menjadi masalah dalam penilaian. Artinya, setiap mahasiswa yang mengikuti salah satu model penyajian materi perkuliahan akan mendapatkan pengakuan atau penilaian yang sama. Jika mahasiswa dapat menyelesaikan program perkuliahannya dan lulus melalui cara konvensional atau sepenuhnya melalui internet, atau bahkan melalui perpaduan kedua model ini, maka institusi penyelenggara pendidikan akan memberikan pengakuan yang sama. Keadaan yang sangat fleksibel ini dinilai sangat membantu para mahasiswa untuk mempercepat penyelesaian perkuliahannya. Para mahasiswa yang belajar pada lembaga pendidikan konvensional tidak perlu terlalu khawatir lagi apabila tidak dapat menghadiri kegiatan perkuliahan secara fisik karena berbenturan dengan kepentingan lain yang tidak dapat ditinggalkan atau ditangguhkan. Apabila lembaga pendidikan konvensional tersebut menyajikan materi pembelajaran yang dapat diakses para mahasiswa melalui internet, maka mahasiswa dapat mempelajari materi perkuliahan yang terlewatkan tersebut melalui internet.  Dapat terjadi demikian karena para mahasiswa diberi kebebasan mengikuti kegiatan perkuliahan yang sebagian disajikan secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet (model pembelajaran kedua). Di samping itu, para mahasiswa juga dimungkinkan untuk tidak sepenuhnya menghadiri kegiatan perkuliahan secara fisik. Sebagai penggantinya, para mahasiswa belajar melalui internet (model pembelajaran ketiga).
Menurut wayantarne (2015) TIK mempunyani peran yang luar biasa dalam bidang pendidikan. Berbagai perangkat lunak seperti microsoft office atau Open Office memudahkan para pelajar dalam megerjakan tugas, seperti laporan praktikum dan artikel, juga ketika mempresentasikan tugas di dalam kelas. Sistem pengajaran berbasi multimedia (teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara, dan video) mampu membuat penyajian suatu topik bahasan menjadi menarik, tidak monoton dan mudah dicerna atau dipahami. Seorang murid atau mahasiswa dapat mempelajari materi tertentu secara mandiri dengan menggunakan komputer yang dilengkapi program yang berbasis multimedia. Dengan sentuhan teknologi komputer, berbagai pelajaran yang sering dianggap sulit, seperti fisika ataupun matematika, dapat disajikan dengan cara yang menarik sehingga siswa menyenangi sekaliugus memahaminya dengan lebih mudah. Teknlogoi berbasis flash biasa digunakan untuk keperluan ini. Bahkan yang namanya belajar bahasa asing pun bisa dilakukan dengan menggunakan komputer. Berbagai program pembelajaran bahasa asing yang dikemas dalam bentuk CD maupun mengevaluasi ucapan pembelajar. Program bisa mengomentari lafal pembelajar, sesuai dengan penutur asli atau tidak. Karena tidak berinteraksi dengan orang lain, seseorang yang sedang belajar bahasa asing tidak merasa malu mengucapkan kata-kata secara salah. Tanpa terasa mereka pun menguasai cara melafalkan kata-kata tersebut. Agar proses belajar berlangsung menarik, program bisanya memadukan pendidikan dengan hiburan. konsep ini melahirkan perangkat lunak yang tergolong sebagai edutainment, yang merupakan perpaduan antara education dan entertainement. Teknologi internet ikut berperan dalam menciptakan e-learning atau pendidikan jarak jauh. Belajar tidak lagi harus dilakukan di dalam kelas, tetapi dari mana saja, sepanjang komputer yang digunakan bisa terhubung ke internet. Bahkan, seseorang bisa kuliah di universitas yang berada di negara lain tanpa harus tinggal di negara bersangkutan. Berkat internet pula, berbagai buku dalam bentuk digital atau yang disebut sebagai ebook ataupun beragam hasilnya penelitian bisa diperoleh dengan mudah sehingga memudahkan setiap seorang yang bermaksud mencari atau mengembangkan pengetahuan.

Penerapan ICT dalam Pendidikan.
Menurut Yunie hutahaean “Buku Elektronik Buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuahe-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional”. Jenis e-book paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas sekitar 700MB), DVD atau digital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun flashdisk (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 16 GB). Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat misalnya pada Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan e-book menyediakan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsure multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apayang dimaksud oleh penyaji.
E-learning Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahanajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun radio dan televise pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-basedlearning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitatorkapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi. Fasilitas e-learning yanglengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). „Kehadiran‟pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau melalui video conference.2.7 Pembelajaran Berbasis ICT (e_Learning) Cisco (2001) menjelaskan filosofis e-learning sebagai berikut:
1.      E-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line.
2.      E-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, danpelatihan berbasis komputer), sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi.
3.      E-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembanganteknologi pendidikan.
4.      Kapasitas peserta didik amat bervariasi tergantung padabentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar konten dan alatpenyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas peserta didik yang padagilirannya akan memberi hasil yang lebih baik. Pembelajaran berbasis TIK atau e-Learning adalah sumber pembelajaran baik secara formal maupun informal yang dilakukan melalui media elektronik, seperti Internet, Intranet, CDROM, video tape, DVD, TV, Handphone, dan PDA.
Pola-pola seperti di atas semua berbeda satu dengan yang lain. E-learning lebih luas dibandingkan dengan online learning. Online learning hanya menggunakan Internet / intranet / LAN / WAN tidak termasuk menggunakan CD ROM. Dalam pembelajaran berbasis TIK terdapat perbedaan komunikasi antara pembelajaran langsung (syncronous) dan tidak langsung (ansyncronous), dengan sebuah terminologi untuk mendeskripsikan bagaimana dan kapan pembelajaran berlangsung. Pembelajaran Langsung (Syncronous Learning) Dalam pembelajaran langsung, proses belajar dan mengajar berlangsung dalam waktu yangsama (real time) walaupun pendidik dan para peserta didik secara fisik berada pada tempat yang berbeda satu sama lain. Sebagai contoh yaitu;
a.       Mendengarkan siaran Radio.
b.      Menonton siaran Televisi.
c.       Konferensi audio/video.
d.      Telepon Internet.
e.       Chatting.
f.       Siaran langsung Satelite dua arah.
Pembelajaran Tidak Langsung (Ansyncronous Learning) Dalam pembelajaran tidak langsung, proses belajar dan mengajar berlangsung dengan adanyadelay waktu (waktu yang berbeda) dan pendidik dan peserta didik secara fisik berada padatempat yang berbeda. Sebagai contoh yaitu:
a.       Belajar sendiri menggunakan internet atau CD-Rom.
b.      Kelas belajar menggunakan video tape.
c.       Presentasi web atau seminar menggunakan audio/video.
d.      Rekaman suara.
e.       Mentoring tanya jawab.
f.       Membaca pesan e-mail.
g.      Mengakses content online
h.      Forum diskusi.
Karakteristik dari pembelajaran tidak langsung (ansyncronous) adalah pendidk harus mempersiapkan terlebih dahulu materi belajar sebelum proses belajar mengajar berlangsung. Peserta didik bebas menentukan kapan akan mempelajari materi belajar tersebut. Contoh TIK yang digunakan dalam komunikasi pembelajaran secara syncronous dan asyncronous sebagai berikut: Asyncronous Learning Syncronous Learning Fax Telephone E-Mail Screen Sharing Knowledge Base Chat Newsgroups Web conferences Computer Based Training Online Seminar Quick Reference Guide Compressed video classes Sedangkan karakteristik e-learning dapat dikemukakan sebagai berikut: Karakteristik PenjelasanNon-linearity Pemakai (user) bebas untuk mengakses (browse) tentang objek pembelajaran dan terdapat fasilitas untuk memberikan persyaratan tergantung pada pengetahuan pemakai.Self Managing Pemakai dapat mengelola sendiri prosespembelajaran dengan mengikuti struktur yangtelah dibuat.Feedback-Interactivity Pembelajaran dapat dilakukan dengan interaktifdan disediakan feedback pada prosespembelajaran.


Manfaat ICT dalam bidang Pendidikan (e-education)
Menurut Yunie hutahaean Peran TIK dalam bidang pendidikan sangat tidak mungkin untuk dihindari. Dalam dunia pendidikan teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari Teknologi Informasi dan Komunikasi sering dijumpai sebagai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, daninternet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Pendidikan yang menggunakan sarana TIK, terutamainternet umumnya disebut e-education. Salah satu pernanan TIK dalam dunia pendidikan saat ini adalah dengan munculnya E-learning. Dengan e-Learning memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.E-learning merupakan dasar dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruangkelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning jugadapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biayayang harus dikeluarkan oleh sebuah Program pembelajaran atau Program pendidikan. Dengan demikian e-learning dapat mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya pendidikan untuk belajar menjadi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupunsesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu pesertadidik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Pemerintah Indonesia sekarang tengah gencar-gencarnya memanfaatkan teknologi ini bekerja samadengan TELKOM melaksanakan Program “internet go to school”, yaitu pengadaan internetbagi sekolah-sekolah yang belum mempunyai sarana internet.Jika dilihat berdasarkan jenis kegiatannya, maka ICT dapat bermanfaat untuk:
a.         Penelitian Penggunaan peralatan TIK sangat bermanfaat dalam mendukung semua kegiatan penelitiandalam bentuk proses pencarian data, pengolahan data, sehingga hasil yang bagus danbermanfaat dari suatu penelitian dapat diperoleh. Disamping itu, proses penyebaran informasihasil penelitian diharapkan lebih cepat dan tepat pada sasaran yang dituju.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Menurut wayantarne (2015) Didalam dunia pendidikan, TIK sangat berperan sangat penting dalam proses belajar mengajar. Pendidikan harus dapat menguikuti perkembangan masyarakat. Perkembangan masyarakat itu sejalan pula dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan menyebabkan perkembangan teknologi, dan perkembangan teknologi menyebabkan perkembangan dibidanng ekonomi. Sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan itu di bidang ilmu pendidikan dikembangkan pula berbagai metode mengajar yang lebih sesuai, lebih efektif dan efesien. Materi pembelajaran pun dikembangkan karena telah banyak perubahan yang terjadi atau telah banyak ditemukan pengetahuan yang lebih mendalam sebagai akibat dari perkembangan teknologi. Sebagai contoh, berkat hasil-hasil penelitian tentang bulan, planet-planet, penyakit, tanah dan sebagainya, maka berkembang pulalah materi pembelajaran yang berhubungan dengan hal-hal yang diatas. Jadi jelaslah pendidikan telah memanfaatkan hasil perkembangan teknologi dan harus memang senantiasa demikian. Tidak dapat disangkal, bahwa perkembangan teknologi telah menyebabkan kehidupan lebih baik. Transportasi lebih mudah, komunikasi lebih lancar dan cepat, produksi pabrik lebih banyak dan lebih bermutu dan sebagainya.

B.     Saran

Dalam pembahasan yang saya sampaikan dimakalah ini saya menyadari banyak kekurangan. Saya berharap saudara semua berkenan memberikan saya saran atau keritik. Supaya saya bisa menyadari kekurangan materi yang saya sampaikan dan untuk kedepannya bisa menjadi lebih baik dari pada sekarang.

Komentar

  1. Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...
    Salam Sejahtera bagi Kita semua...
    Tulisan menyerupai makalah/paper yang sangat lengkap dan terstruktur, yang dilengkapi dengan bagian pendahuluan, pembahasan, penutup. Jika diperkenankan sedikit mengkritisi apa yang dituliskan oleh penulis:
    1. Pada bab pembahasan, terdapat subbab A. Pengertian TIK / ICT B. Peranan TIK Dalam Pendidikan, akan tetapi menuju pembahasan selanjutnya terdapat judul sub bahasan lagi yang tidak diketahui apakah termasuk pada bagian sub bab B atau menjadi sub bab lainnya (Penerapan ICT dalam Pendidikan., Manfaat ICT dalam bidang Pendidikan (e-education)).
    2. Berdasarkan isi makalah yang ditulis, diantaranya terdapat beberapa rujukan/pendapat orang yang dipakai, akan tetapi pada akhir makalah/setelah bab penutup tidak dicantumkan daftar rujukan/referensi yang digunakan dalam penyusunan makalah tersebut.
    3. Sebenarnya sedikit gagal faham antara judul ICT AND TEACHING LEARNING PROCESS: INNOVATION OR PARADIGM CHANGE (TIK DAN PENGAJARAN - PROSES PEMBELAJARAN: PERUBAHAN INOVASI ATAU PARADIGMA) dengan isi konten makalah yang lebih cenderung kepada pemanfaatan TIK/ICT dalam pendidikan yang menurut saya substansinya lebih luas. Jika memang ingin menuliskan tentang peran TIK dalam dunia pendidikan, alangkah lebih baik jika judul dituliskan "TIK dalam Dunia Pendidikan: Inovasi atau Pergeseran paradigma".
    Mohon maaf jika tanggapan yang terlalu panjang x lebar. Silahkan diabaikan jika terdapat hal yang salah dan kurang berkenan.
    Terima kasih ya Nurul Hasanah, as a wife to be..

    Sehat selalu ya, Semangat dan Luar Biasaaa

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
    Penjabaran tentang ICT AND TEACHING LEARNING PROCESS, sepertinya sesuatu yang mengharuskan kita dalam menggunakannya. Namun penulisan yang terlalu panjang dan terlalu luas membuat saya membaca secara berulang-ulang artikel ini baru bisa memahami isi atau point yang ingin di sampaikan. Namun masih sulit secara utuh jika harus menjelaskan kembali. input pendapat dari saya sebaiknya artikel yang kita tulis lebih minimalis tapi hasil maksimalis. salam pagi dengan segala tajuk bahagia. Aamiin.

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..
    Mohon izin untuk menanggapi.. ICT AND TEACHING LEARNING PROCESS: INNOVATION OR PARADIGM CHANGE (TIK DAN PENGAJARAN - PROSES PEMBELAJARAN: PERUBAHAN INOVASI ATAU PARADIGMA) dengan isi konten makalah yang lebih cenderung kepada pemanfaatan TIK/ICT dalam pendidikan yang menurut saya substansinya lebih luas. Jika memang ingin menuliskan tentang peran TIK dalam dunia pendidikan, alangkah lebih baik jika judul dituliskan "TIK dalam Dunia Pendidikan: Inovasi atau Pergeseran paradigma".
    sehingga dalam judul sudah tergambar secara ringkas apa maksud dari penulis.
    Kemudian dari penuisan diatas velum terlihat adanya daftar rujukan tentang darimana penulis mendapatkan tulisan tersebut sehingga memudahkan pembaca apabila menginginkan untuk menindaklanjuti tulisan tersebut untuk menjadi referensi untuk penulisan berikutnya..
    Demikian komentar dari saya.. terimakasih..

    BalasHapus

Posting Komentar